Hafidh Fadhillah Putra

Bersama Robot di Universitas andalas Sumatera barat.

Hafidh Desain Fhotografy

Danau Kerinci, Jambi.

Senin, 25 Maret 2013

mohon maaf Nomor yang tertera di atas salah, silahkan Hubungi 087745290027.. Terima Kasih


Menseleksi fhoto Menggunakan Color Range

Setelah sebelumnya kita mempelajari Copy dan Paste Selection maka kali ini kita saya akan menambahkan cara seleksi object photoshop dengan Color Range...

1. Buka Photoshop , disini sy menggunakan photoshop cs4 namun hal ini bukan masalah bagi anda yg masih menggunakan CS , CS2 maupun CS3 karena teknik ini bisa diaplikasikan di photoshop manapun

2. Open image yang ingin di seleksi (file - Open)
tutorial photoshop
Saya menggunakan image ini "gantungan kunci" yang bisa di download disini -> download file latihan | klik save as dan simpan ke komputer anda

3. Kemudian pada main menu pilih Select >> Color Range
Maka akan anda akan mendapatkan hasil gambar seperti di bawah ini
tutorial photoshop

4. Setelah itu, klik warna dasar yang ingin di seleksi
Disini saya menggunakan warna dasar putih, klik menggunakan eyedropper yg sudah tertera di color range tersebut.

Jika sudah  anda akan mendapat hasil seperti gambar di bawah ini.
tutorial photoshop
lalu klik OK

kemudian anda akan mendapatkan area seleksi seperti gambar di bawah ini.
tutorial photoshop

5. Jika sudah , tingal di Inverse saja.,
SELECT > INVERSE  atau tekan pada keyboard tombol ->   SHIFT + CTRL + I
Hal ini dilakukan untuk membalik proses seleksi sehingga yang sekarang terseleksi adalah gantungan kunci tersebut

Jika sudah maka anda akan menemukan area select yang berbeda, tampak seperti gambar di bawah..
gantungan kunci

Tahap selanjutnya anda tinngal membuat double layer,Atau tekan “ CTRL + J “
Dan anda akan mendapatkan 2 buah layer, tampak seperti gambar di bawah .
tutorial photoshop

6. Tahap akhir anda Hide layer Background
Daaaaaan… tralaaaa.., anda mempunyai hasil seleksi yg sudah jadi. Tanpa harus melakukan seleksi berulang kali dengann menggunakan Magic Wand Tool.
Lebih menghemat waktu :)
gantungan kunci
Gantungan kunci yang terseleksi (tanpa background)

Kenalan Dengan Tool di Phtoshop


Tak kenal maka tak sayang, begitulah peribahasa mengatakan… Maka, sebelum mulai belajar progam Adobe Photoshop kami anjurkan pembaca mengenali setiap fungsi tool-tool Photoshop karena sebenarnya di sinilah pondasi anda dibentuk. Jika pondasi kuat niscaya akan lebih mudah dalam pemahaman selanjutnya.
Perlu kami tekankan bahwa Adobe Photoshop memiliki tool-tool yang sangat banyak dan tidaklah mungkin kita menghafalkannya dalam beberapa menit, maka yang harus pembaca lakukan adalah membiasakan menggunakan tool-tool Photoshop tersebut dalam bentuk praktek secara langsung tanpa ada perasaan tertekan, karena belajar Photoshop sesungguhnya tidak semata-mata mengandalkan teknik hafalan tetapi lebih cenderung ke imajinasi. Masalah jam terbang sangatlah penting dalam sebuah proses mempelajari tool-tool dasar Photoshop, semakin lama durasi waktu praktek anda maka semakin cepat pula anda menghafalkannya…
Berikut adalah area kerja Adobe Photoshop :
Keterangan :
a. Menu.
b. Tool Option Bar.
c. ToolBox.
d. Berbagai jenis palette seperti, history, action, brush option.
e. Navigation palette, color palette dan layer palette.
Fungsi setiap tool Adobe Photoshop :

Untuk penjelasan dari masing-masing fungsi Tool pada Adobe Photoshop, silahkan anda download disini

Trik Photoshop

Photoshop, Merupakan salah satu aplikasi yang sangat baik untuk digunakan dalam hal mendesain, ada beberapa trik yang mungkin belum kamu tahui sebelumnya,

1) Auto Select

Auto-Select adalah sebuah fitur di Photoshop yang apabila diaktifkan, maka semua objek yang kamu klik akan otomatis terseleksi pada layer palette. Fitur ini juga dilengkapi oleh fitur Show-Transform Controls yang  akan menandai objek terpilih dengan bentuk transform standar yang bisa digunakan untuk memperbesar/kecil, merotasi, atau memudahkan untuk menggeser objek. Kedua fitur tersebut dapat ditemukan pada control bar (dibagian atas) jika Selection tool (V) diaktifkan.





2) Mengaktifkan Seleksi dari Layer

Untuk mengaktifkan (meload)seleksi dari layer tertentu, caranya sangat mudah. Cukup tekan dan tahan Ctrl di keyboard kemudian klik pada thumbnail dari layer yang ingin diaktifkan seleksinya.



3) Menyimpan Styles

Terkadang saat kita telah selesai membuat sekumpulan styles pada layer styles untuk sebuah layer, kita ingin menyimpan styles tersebut untuk dipakai pada layer-layer lain di dokumen yang berbeda. Untuk menyimpan styles, cukup double-click pada layer yang memiliki styles yang ingin disimpan, pada jendela pengaturan layer styles klik New Styles, kemudian berikan nama untuk styles baru tersebut. Maka otomatis Photoshop akan menyimpannya untuk dapat digunakan pada layer-layer yang lain. Untuk mengaktifkan atau menggunakan styles yang tersimpan, cukup buka Window > Styles dan klik pada styles yang diinginkan.



4) Effect Copy

Selain dapat disimpan dengan mudah seperti cara pada no.3, Layer styles juga dapat diduplikasi / dicopy dengan mudah ke layer lainnya. Cara umum yang digunakan adalah dengan klik kanan pada layer yang styles-nya ingin dicopy, kemudian pilih Copy Layer Styles. Lalu klik kanan pada layer dimana styles tersebut ingin diterapkan lalu pilih Paste Layer Styles.

Cara selanjutnya adalah dengan tekan dan tahan tombol Alt, kemudian drag effect dari satu layer ke layer lain. Cara ini cenderung lebih cepat jika kita ingin mengcopy styles hanya ke satu layer. Tapi jika ingin mengcopy styles ke banyak layer, cara pertama lebih direkomendasikan.



5) Convert Seleksi ke Path dan Shape

Adakalanya kita ingin menjadikan seleksi menjadi sebuah shape sehingga dapat mudah diedit, diperbesar, dsb. Untuk melakukannya, pertama load seleksi dari salah satu layer (seperti tips no.2) untuk dijadikan shape. Sementara seleksi aktif, buka Path palette (Window > Path) kemudian klik icon list di sudut kanan palette lalu pilih Make Work Path, maka akan muncul path baru bernama Work Path. Klik path tersebut lalu pada menu bar klik Edit > Define Costum Shape, akan muncul jendela baru untuk memberi nama costum shape yang akan kita buat, dalam hal ini, saya beri nama Spongebob, lalu klik ok. Sekarang kita sudah punya costum shape dengan nama Spongebob yang dapat kamu pilih dengan mengaktifkan Costum Shape Tool (U) di toolbox. Tinggal drag shape tersebut ke area, maka shape baru berbentuk spongebob yang editable akan muncul pada layar, mudah bukan!?



6) Expand / Collapse Groups

Kadang kita bekerja dengan banyak layer dan group di Photoshop, seringkali harus membuka dan menutup grup satu persatu dan hal ini cukup merepotkan. Namun kamu bisa mencoba trik yang satu ini : tekan dan tahan tombol Ctrl di keyboard lalu klik pada tanda panah kecil dibagian kiri Group palette. Langkah ini akan membuka (mengexpand) semua group, lakukan langkah yang sama untuk menutup semua group.



7) Clipping Mask

Clipping mask adalah suatu metode untuk membuat suatu layer dimasking sesuai dengan bentuk layer dibawahnya. Untuk dapat menerapkannya, cukup klik kanan layer yang ingin dimasking lalu pilih Create Clipping Mask atau kamu bisa menekan tombol Ctrl + Alt + G di keyboard.



8) Memperbesar / memperkecil Hardness dan Diameter Brush

Diameter (ukuran) dan Hardness (kepekatan) adalah dua elemen yang harus ditentukan untuk mengaplikasikan Brush tool di Photoshop. Ada langkah mudah untuk mengatur keduanya tanpa harus melakukan klik kanan dan menggeser nilai pengaturan. Caranya adalah dengan menekan dan tahan tombol Shift + Alt di keyboard kemudian drag Brush tool (B) ke kiri dan ke kanan untuk memperbesar ukuran brush, atau drag brush ke atas dan ke bawah untuk mengatur nilai hardness-nya.



9) Menampilkan / Menyembunyikan Layer

Mungkin semua sudah tahu bagaiman untuk Menampilkan / Menyembunyikan satu layer, yap! Cukup klik pada ikon bergambar mata pada layer tersebut. Tapi bagaimana caranya menyembunyikan semua layer? Caranya cukup mudah, tekan dan tahan tombol Alt di keyboard, lalu klik pada ikon mata pada salah satu layer. Langkah ini akan membuat semua layer disembunyikan kecuali layer yang ikon matanya diklik. Untuk menampilkan semua layer kembali, cukup tekan dan tahan tombol Alt, lalu klik sekali lagi pada ikon benggambar mata di layer tadi.



10) Mengatur Opacity dengan Cepat

Tips ini adalah favorit saya. Untuk dapat mengatur opacity dengan cepat, kita cukup klik layer yang ingin dirubah opacity-nya lalu tekan tombol angka di keyboard. Angka 0 mengacu pada opacity 100%, 1 = 10%, 2 = 20%, dst. Untuk mengatur opacity dengan nilai tertentu, misalnya 58%, cukup tekan tombol 5 kemudian 8 secara cepat.




Yup! Sekian tips dan trik singkat Photoshop kali ini. Jika kamu punya tips menarik lainnya untuk dibagikan ke pembaca, silahkan tuliskan melalui komentar. Artikel ini akan terus diupdate dengan tips-tips tambahan bermanfaat lainnya.

Membuat Teks Berkesan 3D

Pada kesempatan Pertama Ini, kita akan bahas bagaimana caranya untuk membuat efek berkesan 3 Dimensi dengan memanfaatkan pencahayaan, shadow, dan Layer Styles di Photoshop. Tutorial ini cocok untuk pemula dan tingkat menengah untuk memahami tehnik lighting dasar menggunakan Adobe Photoshop. Langsung saja kita mulai tutorialnya, selamat membaca dan mempraktekkan.





Step 1

Buat dokumen baru di Photoshop (Ctrl+N), ukuran 1000x1000 pixels, resolusi 300 DPI, dan mode warna RGB.



Step 2

ganti warna layer 'Background' dengan warna #494949.



Step 3

Buat sebuah teks, dalam hal ini saya membuat 'EFFECTS' menggunakan font Bebas Neue. Kamu bebas untuk menggunakan teks lain, it's just a sample! :)



Step 4

Klik ganda layer 'effects' untuk membuka jendela Layer Styles. Kemudian klik gradient Overlay pada Layer Styles : ubah blend mode menjadi Multiply, opacity menjadi 50% dan angle menjadi -65. Jika sudah, klik Ok untuk keluar dari jendela Layer Styles.



Step 5

Pada Layer Palette, klik ikon Add New Layer untuk membuat layer baru, beri nama layer baru dengan 'awal'. Kemudian tekan Ctrl+Klik pada thumbnail layer 'effects' untuk mengambil seleksi bentuk pada layer tersebut. Sementara seleksi aktif, klik kembali layer 'awal', tekan tombol D di keyboard untuk mengubah warna dasar menjadi hitam putih lalu tekan Alt + Delete untuk mengisi layer 'awal' dengan warna hitam.



Step 6

Duplikat layer 'awal' dengan menekan tombol Ctrl+J di keyboard, beri nama layer hasil duplikasi dengan 'akhir' dan posisikan layer 'akhir' seperti gambar dibawah. Jika sudah, drag layer 'awal' dan 'akhir' dibawah layer 'effects' (lihat gambar). Saya sengaja meng-hide layer 'effects' agar kita bisa melihat posisi layer 'awal' dan 'akhir' dengan jelas.



Step 7

Sekarang duplikat layer 'awal' berkali-kali dengan menekan tombol Ctrl+J sebanyak 15 kali (untuk 15 hasil duplikasi).



Step 8

Kemudian pada layer palette, klik layer 'akhir', tahan Shift di keyboard lalu klik layer 'awal' untuk menyeleksi layer-layer tersebut di layer palette. Jika sudah, klik kanan pada salah satu layer dan pilih Link Layers. Kamu akan melihat akan ada tanda rantai pada layer-layer yang diseleksi tadi.

Sementara semua layer tadi aktif dan nge-link, klik ikon Distribute Vertical Center kemudian klik ikon Distribute Horizontal Center untuk membuat layer-layer tadi tersusun sedemikian rupa. Lalu tekan tombol Ctrl+E untuk menggabungkannya dan ubah nama layer hasil penggabungan tadi menjadi 'shadow'.




Step 9

Klik layer shadow di layer palette, kemudian pilih Filter > Blur > Motion Blur, dan atur nilai pada jendela Motion Blur seperti gambar dibawah.



Step 10

Tekan dan tahan tombol Shift+tanda panah atas kemudian Shift+tanda panah kiri untuk membuat teks bergeser 10 px kebagian atas dan kiri (lihat gambar dibawah).



Step 11

Ubah blend mode layer 'shadow' menjadi Multiply dan Opacity menjadi 40%.



Step 12

Duplikat layer 'shadow', pada layer 'shadow copy' berikan juga efek motion blur sekali lagi. Tapi kali ini nilai distance-nya dirubah menjadi 70%



Step 13

Langkah selanjutnya, buat sebuah layer baru diatas layer 'Background' dan beri nama dengan 'lighting'. Pada layer 'lighting' berikan warna gradasi hitam ke putih dengan Gradient Tool (G) dan atur arahnya seperti gambar dibawah. Jika sudah, ubah blend mode-nya menjadi Overlay dan opacity-nya menjadi 50%.



Step 14

Sekarang kita kembali ke layer 'effects', klik ganda layer tersebut untuk membuka jendela Layer Styles. pada jendela Layer Styles, pilih Bevel and Emboss dan atur nilai-nilainya seperti gambar dibawah.



Step 15

Masih pada jendela Layer Styles untuk layer 'effects', klik pada Pattern Overlay. Kemudian klik tanda panah seperti yang diillustrasikan digambar dibawah untuk mendapatkan pattern dengan katagori Artist Surfaces. Pada contoh kasus ini, klik pada pattern bernama Washed Watercolor Paper. Ubah blending mode pada Pattern Overlay menjadi Multiply dan Opacity menjadi 75%.




Step 16

Terapkan juga efek Pattern Overlay pada layer 'Background'. Tapi kali ini pilih pattern dengan nama Hard Charcoal Light. Ubah juga blending mode menjadi Multiply dan Opacity menjadi 75%, jika sudah klik Ok untuk keluar dan jendela Layer Styles.



Hasil Akhir



Beginilah hasil akhir untuk tutorial Photoshop kita kali ini. Semoga dapat memberi inspirasi dan manfaat. Kamu dapat berimprovisasi lebih jauh menggunakan tehnik-tehnik pada tutorial kali ini, good luck all!